5 Kebiasaan Unik Masyarakat Indonesia yang berbeda di mata dunia


Indonesia bukan hanya dikenal dunia dengan Balinya, atau gugusan pulau dengan kekayaan alam yang berlimpah tak ternilai. Kehidupan masyarakat sehari-harinya juga tak kalah menariknya untuk ditengok. Banyak sekali hal-hal unik yang biasa terjadi di Indonesia yang dianggap wajar oleh masyarakatnya sendiri. Namun, itu tidak di mata dunia. Ada saja hal-hal yang membuat Indonesia makin berbeda dimata dunia. Tidak percaya? Coba lihat masyarakat Indonesia di bawah ini dan perhatikan di sekelilingmu.


1.                  Mencium tangan orang lain.

Kalau kamu orang Indonesia pasti pernah melakukanya, atau bahkan hanya sekedar melihat orang-orang di sekelilingmu melakukan hal itu. Namun ini bukan seperti dalam sinetron saja, mencium tangan sang kekasih yg sedang dilanda kasmaran, bukan. Orang-orang Indonesia sangat menghargai budaya ketimuran, unggah-ungguh atau tatakrama, yang kecil ke yang muda, yang muda ke yang tua, begitu sebaliknya. Mereka terbiasa dengan mencium tangan orang tua mereka, guru ataupun yang lebih tua dari mereka. Ada yang hanya sekedar menempelkanya pada keningnya, ada yang disentuhkan pada hidungnya ada pula yang memang benar-benar mencium dengan bibirnya. Itu wujud penghormatan dari yang lebih muda dan catatan pentingnya; kalian tak bisa melakukan hal itu pada lawan jenis terkecuali untuk orang tua atau sanak famili.

2.                  Malas berjalan kaki

Mungkin ada beberapa alasan yang normal kenapa orang-orang Indonesia terlihat jarang berjalan kaki ketimbang negara lain. Berdalih wilayahnya yang sangat luas atau secara geografis mungkin mafhum juga untuk wilayah daerah-daerah pelosok. Namun sayangnya di wilayah perkotaan juga sangat jarang terlihat aktifitas jalan kaki. Bagi kita akan terlihat aneh jika ada bule berjalan kaki di siang bolong, dan lebih aneh lagi bagi para bule melihat kultur kebiasan berjalan kaki yang jarang sekali ditemukan di Indonesia. Jadi sangat wajar, kenapa trotoar di kota-kota besar, khususnya Ibu kota dibuat lebih sempit, bahkan banyak yang kemakan pengusaha kaki lima karena dirasa tak terpakai.

3.                  Memanggil orang lain dengan Gelarnya

Sejak kecil masyarakat Indonesia sudah diajarkan beretika kesopanan. Sapaan terhadap orang lain menjadi sangat penting dalam pergaulan sehari-hari. Setiap orang memilki sapaan berbeda-beda, bahkan kebanyakan setiap orang memeiliki banyak gelar nama panggilan, tergantung siapa yang memanggilnya; mbak, kakak, adek, abang, bapak, ibu, kakek, nenek, dan banyak lagi lainya. Belum lagi gelar panggilan adopsi dari bahasa daerah masing-masing.  Lebih sering satu sama lainya memanggil dengan nama gelar panggila tersebut, karena memanggil namanya langsung itu akan terdengar kasar, tidak sopan atau bahkan merendahkan.

4.                  Perayaan ulang tahun dengan bullying

Setiap hari spesial selalu menjadi moment untuk diabadikan dengan cara yang semenarik mungkin. Terkhusus hari ulang tahun. Setiap orang ingin mendapatkan moment kebahagiaan bersama orang-orang yang menyayanginya. Di Indonesia, perayaan ulang tahun memiliki cara yang hampir sama dengan negara lain,tiup lilin, potong kue dan kejutan-kejutan. Namun, kebanyakan kejutan-kejutan yang diberikan terlihat menjengkelkan bagi yang merayakan. Dia harus rela dilempari dengan telur, tepung, diguyur air, hingga perlakuan aneh lainya. Entah dengan diperlakukan seperti itu perayaanya menjadi spesial, senang  atau bahkan marah, tapi nyatanya semuanya baik-baik saja dan tertawa gembira. Semakin terlihat kesal dan menderita dibuatnya sepertinya itu semakin spesial. Tak sampai disitu, bukanya dibuatnya lebih senang dengan macam-macam kado atau hadiah malah dipaksa mentraktir teman-temanya. Memang disana-sini ucapan selamat ulang tahun didapat, namun tagihan traktiran juga menunggu.

5.                  Makan dengan tangan kosong

Bagi orang Indonesia menyantap hidangan memiliki cara berbeda dibanding negara lain. Dari sejak nenek moyang mereka ada, sudah secara turun-temurun cara menikmati makanan diajarkan dengan tangan (menyuap makanan langsung ke mulut), tanpa sendok maupun garpu. Bahkan kita akan banyak menjumpai restoran atau tempat makan yg menyediakan cara makan dengan tangan. Mungkin terlihat primitif, namun beberapa riset juga ditemukan secara kesehatan juga memiliki manfaat. Dibeberapa daerah masih banyak yang melestarikan cara tersebut, baik di acara-acara tertentu maupun dalam kehidupan mereka. Terkhusus bagi umat Islam di Indonesia, hampir merata di pesantren-pesantren cara tersebut masih dilestarikan. Sepertinya patut dicoba bagi kalian yang belum pernah. 
Share on Google Plus

About Noktah Kita

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.