Monday, September 21, 2020

Kisah Waliyullah Habib Saggaf bin Mahdi BSA Parung Bogor Menginap di Rumah Guru Sekumpul

 

 


KH Muhammad Zaini Abdul Ghani (akrab disapa Abah Guru Sekumpul) dikenal luas sebagai ulama yang terus menebarkan kedamaian dan kasih sayang kepada sesama. Abah Guru Sekumpul sering menerima tamu dari berbagai kalangan, semua dilayani dengan penuh kehangatan, apalagi kalau tamu yang datang itu adalah seorang ulama atau habaib.

Dikisahkan, ada seorang habib yang saat itu sedang dakwah di Kalimantan datang ke rumah Abah Guru Sekumpul. Beliau adalah Habib Saggaf bin Mahdi bin Syeikh Abu Bakar bin Salim Parung Bogor. Tahun 1980-an, Habib Saggaf sering berdakwah di Kalimantan. Karenanya, ada keinginan kuat dalam diri Habib Saggaf untuk silaturrahim kepada ulama panutan masyarakat Kalimantan, yakni Abah Guru Sekumpul yang jadi shohibul wilayah (Sang Wali yang memberikan berkah warga Kalimantan).

Setelah sampai di depan rumah, terlihat sangat senang sosok Abah Guru Sekumpul. Maka, Habib Saggaf disambut dengan sangat ramah dan penuh kehangatan. Dengan penuh penghormatan, Abah Guru Sekumpul menjamu Habib Saggaf dan keduanya kemudian bercerita panjang lebar tentang berbagai persoalan keummatan.

Setelah pembicaraan panjang lebar itu, akhirnya keduanya lelah. Abah Guru Sekumpul mempersilahkan Habib Saggaf untuk menginap dan istirahat di rumahnya. Habib Saggaf mengiyakan alias setuju dengan yang diinginkan Abah Guru Sekumpul.

Ketika hendak istirahat dan sudah di tempat tidur, maka Abah Guru Sekumpul ternyata memilih tidur di lantai. Kenapa? Karena bagi Abah Guru Sekumpul, di sebelah kamarnya ada seorang wali Allah yang juga Cucu Rasulullah SAW, yakni Habib Saggaf.

Anehnya lagi, ternyata Habib Saggaf yang istirahat juga tidur di lantai, tidak di tempat tidur. Ini karena Habib Saggaf menghormati Sohibul Wilayah Abah Guru Sekumpul.

Subhanallah, Masya Allah. Itulah karomah dan kewalian para kekasih Allah. Alangkah indah akhlaknya. Semoga kita dapat meneladaninya dan mendapat keberkahan dari Wali-wali Allah yang sangat mulia. Sollu ‘ala Nabi SAW

*anonim

No comments:

Post a Comment