PUISI ANAK RANTAU


Malam ini aku tersekap sepi
Sunyi sepi!
Dan tak mampu memenjarakan imaji liarku
Demi mencari timbunan memori berserakan di sana
Dan ku temukan deretan cerita
Lebih panjang dari roll film layar lebar


Dan begitu cepatnya?!
2016 segera berlalu
Tahun baru segera datang
...
Nasibku masih seperti dulu
Terdampar di tanah rantau
Mengikuti rotasi bumi yang berganti hari demi hari

Aku ingat kisah ‘Keluarga Cemara’
Pada Emak, Abah, Teh Euis, Cemara dan Agil
Penuh cinta dan kesederhanaan

Selamat pagi Emak
Selamat pagi Abah
Mentari hari ini berseri indah
Terima kasih Emak
Terima kasih Abah
Untuk tampil perkasa bagi kami putra putri yang siap berbakti


Jauh!
Serasa semakin jauh
Bukankah jauh adalah misteri
Dan aku selalu mendambakan tempat terjauh
Seperti para astronot, kosmonot dan penjelajah-penjelajah dunia
Jauh pun sanggup membuat air mataku luruh
Maka ku simpulkan,
Jauh demikian menyakitkan
Jauh menyimpan resiko dan bahaya besar

Namun, ...
‘Jauh!’ mengajari ku banyak hal
Tentang kesepian dan kehilangan
Persatuan, perpisahan dan kebersamaan
Biarlah setiap gesekan demi gesekan mendewasakanku
Biarlah duri-duri yang ku injak membuatku tangguh
Karena hari tak selamanya pagi
Duka maupun bahagia tak kan abadi
Dan Aku masih ingin belajar mewarnai dunia ini
Sambil mencari saripati hidup diantara serpihan demi serpihan mozaik yang ku temui


Share on Google Plus

About Noktah Kita

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.